kasus 2: gigi 24, Fraktur saat makan — PSA + Dowel Crown

Assalammualaikum Wr Wb.. selamat hari sabtu.. :D

hari ini Saya akan sharing tentang pasien Saya yang mengeluhkan giginya yang patah saat makan.

Pasien, wanita, 68 tahun, datang dengan keluhan giginya patah saat makan sehari sebelum datang ke Saya. Sebelumnya pernah sakit spontan, namun hilang dengan sendirinya. Sekarang kalau makan tidak sakit. Pasien mempunyai penyakit diabetes mellitus (DM) yang sudah jarang kontrol ke dokter pribadinya karena kesibukannya.

Pada pemeriksaan objektif, tampak gigi 24 yang karies sudah mencapai pulpa, tes vitalitas negatif, palpasi dan perkusi negatif. Gambar giginya adalah seperti dibawah ini:

tampak di gigi 24 tersebut karies sudah mencapai pulpa, dan bisa dimengerti keluhan pasien yang menyatakan bahwa giginya patah saat makan adalah karena kondisi mahkota gigi nya yang sudah lemah menerima beban kunyah akibat kavitas yang besar.

Diagnosis pasien tersebut adalah nekrosis pulpa, dan rencana perawatannya adalah mahkota tiruan pasak.

keadaan oral hygiene pasien tersebut buruk. sehingga yang bisa Saya lakukan untuk perawatan di hari pertama adalah scaling (dirujuk ke drg. Indah KP) dan pembukaan akses di gigi 24. gambar di bawah ini adalah gigi 24 setelah saya lakukan akses.

preparasi akses diselesaikan di hari pertama, ditutup dengan ChKM dan tumpatan sementara. pasien diinstruksikan untuk menjaga oral hygiene nya dengan teknik sikat gigi yang benar diikuti dengan pemberian obat kumur.

nb: gigi 26 terdapat sisa akar, namun belum bisa dilakukan ekstraksi karena gula darah nya tidak terkontrol.

Pada kunjungan kedua, dilakukan preparasi saluran akar pada gigi 24. Saya menggunakan rotary instrument (protaper). dibawah ini adalah foto preparasi saluran akar Saya:

pengukuran panjang kerja saya gunakan gabungan nilai apex locator, panjang kerja radiografis, dan taktil. Setelah preparasi selesai, Saya lanjutkan dengan foto kon guttap utama. Dan hasilnya adalah panjang kerja tepat. :)

saluran akar saya irigasi, lalu Saya tutup dengan Tumpatan sementara.

Pada kunjungan ketiga, Saya lakukan pengisian saluran akar, disini Saya menggunakan metode single cone, dari protaper (setelah melalui pertimbangan-pertimbangan), foto pengisian saluran akar Saya adalah:

Setelah pengisian selesai, Saya berikan basis tumpatan dari GIC Fuji IX, lalu kavitas Saya tutup dengan tumpatan sementara. Saya minta pasien untuk datang minggu depan untuk dilakukan preparasi pasak, dan persiapan inti mahkota tiruan.

Di kunjungan keempat, Saya membongkar tumpatan sementara dan basis untuk selanjutnya saya preparasi pasak. fotonya adalah sebagai berikut:

nah, setelah preparasi pasak selesai. Saya pastikan bahwa pengambilan gutta percha dan preparasi pasak sudah pas, untuk itu Saya melakukan foto radiografis. Pada gambaran foto tampak panjang kerja pasak sudah sesuai dengan yang saya inginkan, maka Saya langsung sementasi pasak (oiya, pasak yang saya gunakan adalah fiber post) menggunakan semen resin. setelah setting, Saya membuat inti mahkota untuk persiapan mahkota tiruan. fotonya adalah sebagai berikut:

yak, setelah selesai preparasi pasak. maka Saya cetak dengan bahan cetak polyvinil siloxan, double impression. kemudian Saya kirim ke lab untuk dibuatkan mahkota tiruan FVC. Tidak lupa Saya menentukan warna gigi pasien menggunakan vita shade guide.

Pada kunjungan kelima, Saya sudah mendapatkan hasilnya dari lab. Saya cobakan mahkota tiruan tersebut, Saya cek oklusi, artikulasi, marginal fitness, warna, dan keluhan pasien, dari foto radiograf juga saya cek. hasilnya adalah semua nya baik dan siap Saya insersi mahkota tiruannya. fotonya adalah sebagai berikut:

Yak, begitulah cerita di pasien ini. Sampai saat ini pasiennya senang dengan perawatan yang ada.

nah, sekarang ada hadiah e-book bagi pembaca kasus ini yang bisa menjawab pertanyaan dibawah ini:

1. Kenapa Saya bisa menentukan bahwa preparasi saluran akar saya sudah selesai?

2. Apa saja pertimbangan perawatan pada pasien diabetes mellitus?

yup.. bagi yang bisa jawab langsung komen aja, dan e-book menanti di imel Anda,. :)

wassalammualaikum Wr Wb,

happy weekend!!

-drg. Rio Suryantoro-

About these ads

Tentang Rio Suryantoro

Dentist (Restorative Dentist and Endodontist)|case reports' author on http://ceritapasienrio.com |trainer of conservative dentistry | live in Jakarta.
Tulisan ini dipublikasikan di kasus 1-10 dan tag , , . Tandai permalink.

23 Balasan ke kasus 2: gigi 24, Fraktur saat makan — PSA + Dowel Crown

  1. Medwin Setia berkata:

    Kepada drg. Rio, saya mau coba jawab pertanyaannya:
    1. Preparasi saluran akar dikatakan sudah selesai apabila proses cleaning and shaping sudah selesai dan hasil yang diperoleh saluran akar bersih dari jaringan pulpa, bakteri dan endotoksin. Pembersihan ketiga hal tersebut dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan mekanis (fililing, dll) dan kimiawi (irigasi NaOCl 2,5%). Filing selain berfungsi untuk membersihkan saluran akar juga untuk membetuk tapering saluran akar (shaping). Irigasi NaOCl juga dapat berfungsi sebagai pelarut smear layer dan sisa2 dentin setelah preparasi.
    Sumber: Pathways of the pulp chap. 8 ed. 8

    2. Pertimbangan pasien perawatan pada pasien Diabetes: menurut buku Principles and Practice of Endodontics, pasien diabetes (terutama yang tidak terkontrol) mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi sekunder. Oleh karena itu diperlukan antibiotik profilaktik dan lebih berhati2 dalam preparasi saluran akar, agar bakteri tidak terdorong masuk ke periapeks sehingga menimbulkan infeksi.
    Yang perlu diperhatikan pula pada pasien diabetes adalah melemahnya sistem imun secara sistemik. Sehingga penyembuhan lesi pada pasien relatif lebih lama daripada pasien dengan kondisi sistemik normal. Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan kortikosteroid pada sealer atau medikasi dihindari.

    Suka

    • riosuryantoro berkata:

      Mantap nih Bung Medwin, jawabannya bagus!
      oke, untuk yang nomor 1 itu kurang satu hal Win, gimana caranya secara kllinis bisa tahu kalau perawatannya sudah selesai? kalau yang dijelasin diatas itu kan secara teori, kalau klinisnya gimana?

      Yang jawaban nomor 2 itu bener, tapi untuk antibiotik profilaktik pada pasien ini sih gak ada, kondisinya juga sehat dan eliminasi bakteri bisa menggunakan instrumentasi dan irigasi serta medikamen aja, :) sealer saluran akar juga menggunakan berbasis resin.
      oke, dapat 1 e-book ya, mau e-book apa nih Win?

      Suka

  2. Ijin ikutan jawab yah, nambahin jawaban Medwin..
    (Sapa tau bener.. ;b)
    Untuk Soal 1, secara klinis bisa dilihat di ulir protapernya..
    Klo ga salah, dilakukan hingga debri yang masih ada di 1/3 apikal alat sudah bersih..

    Suka

    • riosuryantoro berkata:

      Thanks Ndu atas jawabannya, hmm.. kurang bener jawabannya Ndu, kalau cuma itu aja kurang tepat untuk jadi penanda kebersihan hasil preparasi saluran akar. banyakya jumlah debri dentin yang tertinggal di sepertiga apikal alat itu penanda kalau diameter dentin sudah terambil sesuai dengan diameter protaper (atau alat rotary lainnya).
      contoh: kalau pakai protaper F1, saat debri nya sudah tidak terseisa di daerah sepertiga apikal berarti preparasi F1 sudah selesai, karena diameter 1/3 apikal sudah selesai dengan diameter file F1, namun bukan berarti preparasi saluran akar sudah selesai, preparasi saluran akar belum selesai, karena ada beberapa kriteria preparasi saluran akar itu selesai..
      ayo dijawab lagi, nnt dapat e-book. :)

      Suka

  3. chika berkata:

    Ka rio, ikutan jawab ya..
    Preparasi pada protaper F1 dikatakan selesai jika dilakukan rekapitulasi dg file 20 sesuai dengan panjang kerja.
    Lalu dicobakan file 25, jika tidak sepanjang kerja, maka preparasi dengan protaper F1 sudah selesai. Jika file 25 masih sepanjang kerja maka dilanjutkan dengan menggunakan protaper F2. Dan begitu selanjutnya dengan F3, F4, dll.
    Begitu bukan jawabannya?? Hehehe

    Suka

    • Rio Suryantoro berkata:

      Chika, maaf ini baru bisa reply, baru sadar ada comment disini, hehe..
      iya, rekapitulasi itu memang perlu setiap kita melakukan proses instrumentasi endodontik untuk memastikan bagian ujung apeks bersih (terhindar dari dentinal mud) dan memastikan preparasi sepanjang kerja.
      jawabannya udah nyerempet lah, masih belum tepat nih.. :)

      Suka

  4. Fery Ariska Dewi berkata:

    assalamualaikum
    mau coba jawab kak yang nomer 1 melengkapi dari jawaban kak medwin, kak pandu dan kak chika
    selain melihat dari dentin yang terpreparasi di ulir protaper F, saat irigasi ditampung dengan kapas dan dilihat apakah masih ada serbuk dentin yang kotor, apabila masih kotor preparasi dilanjutkan lagi, kalau sudah bersih berarti sudah selesai.
    lalu saat rekapitulasi dengan file yang sesuai dengan protaper F terakhir, misal F1 direkapitulasi dengan file no 20 masuk sepanjang kerja, terasa ada tahanan dan ga longgar, selanjutnya seperti yang kak chika bilang.
    begitu bukan kak? semoga benar :D

    mau tanya juga kak untuk yang soal no 2, kalau pasien dengan DM apakah pemilihan medikamen saluran akar harus dipertimbangkan juga?
    lebih luas lagi pertimbangan pemilihan bahan medikamen mungkin bisa di sharing kak. hehehe
    terima kasih :)

    Suka

  5. endskiboh 2007 berkata:

    jadi apa dok penasaran jawaban benernya yg no1.
    selain bersih, hmm terdapat retensi dan resistensi mungkin?? *nebak*

    Suka

  6. Vic berkata:

    satu hal yg pasti ttg DM yah, kl pada kasus pulpitis atao apa kek yg butuh anastesi, cek dulu gula darah yaa, penyuntikan anstetikum yang mengandung vasokonstriktor golongan adrenalin dapat meningkatkan konsentrasi gula darah pasien..kalo pada pasien yang gds nya 200an si masih gpp, kalo udah sampe 400-500 keatas ati2, pasien bisa koma..thx yaw hehehe…pertanyaan nya, knp adrenalin bisa meningkatkan level gula darah?hayooo..hehehe

    Suka

    • Rio Suryantoro berkata:

      Thanks for the comments bung Vic,
      waduh, ini ada Sp. Perio ngasih ujian nih, hehe
      yah, baiklah dijawab dengan ilmu yang terbatas ini, hehe
      Adrenaline (epinefrine) akan memicu reaksi Glukoneogenesis, yaitu pemecahan karbohidrat,lemak, dan protein menjadi glokosa, sehingga terjadi peningkatan jumlah glukosa dalam darah, nah, akhirya terjadilah peningkatan kadar gula dalam darah..
      gimana nih drg. Victor, :D

      Suka

  7. vicforyou berkata:

    mantaaaaapp bang Rio hahahaha

    Suka

  8. drg.via berkata:

    dok,saya mw tanya,apakah u pasen DM tidak beresiko melakukan scalling,,mks

    Suka

    • Rio Suryantoro berkata:

      terima kasih atas pertanyaannya.. :)
      untuk pasien dengan diabetes mellitus bisa dilakukan scaling asal DM tersebut terkontrol.. sebaiknya dilakukan rujukan ke teman sejawat dari dokter penyakit dalam atau dokter pribadi pasien sebelum melakukan tindakan operatif. :)

      Suka

  9. Galuh Nindy berkata:

    selamat malem dokter Rio yang makin fresh,dok…omnimatrix harganya sekitar berapa ya dok?

    Suka

  10. Dina berkata:

    Selamat malam drg.Rioo.. Baru liat2 nih blog nya. Luar biasa. Mau bertanya sedikit… pada keadaan sisa struktur gigi seperti ini, bagaimana cara mendapatkan ferrule effect? (Krn mengingat gigi P mendapatkan tekanan yg besar, dikhawatirkan terjadi fraktur jika tidak ada ferrule effect yg memadai). Kalau utk mendapatkan ferrule effect kemudian preparasi dilakukan subgingiva atau mungkin sedikit mengurangi jaringan gingiva, apakah biological width jg diperhitungkan? Krn kalau biological width mau diukur, harus melakukan bone sounding, dan kemungkinan perlunya gingivektomi atau bahkan perlu bdilakukan osseus reduction. Jika biological width dilanggar, biasanya akan terjadi masalah perio seperti gingivitis dan bisa berlanjut ke periodontitis yg lebih serius. Seperti itu yg saya dengar dari penjelasan pakar perio. Jika semua hal itu harus dilakukan, maka perawatan akan menjadi sangat kompleks. Saya juga ingin menanyakan pendapat kepada ahli perio (mungkin drg.Vic di atas juga membaca?). Lalu, apakah ada kasus seperti ini yg berhasil perawatannya (tidak fraktur / tidak ada masalah perio) selama bertahun2 pasca perawatan?

    Terima kasih banyak sebelumnya..

    Salam,

    drg.Dina

    Suka

    • selamat pagi drg. @Dina.. terima kasih atas pertanyaan dan tanggapannya.. :) baik, saya jawab satu2 ya..
      1. ferrule effect didapatkan dari struktur tegak yang mengitasi gigi sepanjang 1 mm,
      2. didapatkan dari crown lengthening pada pasien ini
      3. betul, biological width dijaga agar tetap minimal 2 mm..
      4. Betul, perawatan ini kompleks tapi yaa tidak sangat kompleks sih.. kebetulan banyak pasien yang datang dengan kondisi seperti ini..
      5. betul, biological width jangan sampai dilanggar, bisa bermasalah dengan sistem imun di jaringan periodonsium
      6. jangan hanya dari pakar perio saja, dari buku sudah seperti itu.. :)
      7. alhamdulillaah.. semua pasien yang kasusnya seperti ini tidak ada masalah selama bekerja mengikuti SOP. semoga kedepan juga bisa begitu.. aamiin..

      baik, terima kasih drg. @Dina, semoga membantu, terus semangat!

      Suka

  11. alfonsius jeri berkata:

    siang Rio Suryantoro, drg., Sp.KG,,,, mau nnya Dok…
    bila gigi anterior fraktur di sub gingiva, desain preparasinya gmn ya?
    trus indikasi ferrule dan seat, panjang, lebar, ferrule dan seat bagaimana…
    terimakasih…

    Suka

    • selamat malam drg. @Alfonsius, terima kasih atas pertanyannya.. mengenai desain preparasi, indikasi, panjang, lebar ferrule semuanya bisa dilihat di textbook ya Dok, penjelasan mengenai basic science di blog ini sepertinya akan kurang lengkap jadinya.. maaf sebelumnya dok.. tapi insyaaAllaah kalau ketemu akan lebih enak.. :)

      Suka

  12. alfonsius jeri berkata:

    okee Dok.Rio Suryantoro
    makasih….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s